WELCOME | Login or Register SEARCH

Rhesus Negatif, Disyukuri atau Ditangisi?

Sampai dengan saat ini tidak ada produk pengganti darah. Jika kita memerlukan transfusi darah ya harus darah yang diberikan.

Bagaimana jika darah yang kita butuhkan sulit didapat? Inilah yang kerap terjadi pada kita yang memiliki golongan darah langka, yaitu RHESUS NEGATIF. Untuk mendapatkan sekantong darah rhesus negatif kita harus menunggu sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu dan mencari hingga lintas provinsi. Tidak sedikit pula yang akhirnya pasrah, menyerah pada takdir karena darah yang ditunggu tak kunjung didapat.

Rhesus negatif adalah salah satu golongan darah langka di dunia dengan jumlah tidak lebih dari 15% dari seluruh penduduk dunia, terbanyak adalah ras kaukasia (18%), diikuti oleh Indian (10%), hispanik (8%), afrika (8%), dan asia (2%).

Bagaimana dengan Indonesia? Jumlah pemilik rhesus negatif di Indonesia hanya 0,5% dari total jumlah penduduk Indonesia dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Itulah mengapa sangat sulit sekali mencari pendonor rhesus negatif.

Melihat fakta demikian apakah kita harus bangga, bahagia, dan bersyukur memiliki darah rhesus negatif? Atau sedih, menangis?

Inilah kata mereka, sebagian kecil pemilik darah rhesus negatif:

  1. Syukuri apa yang adaaa.... Hidup adalah anugerah... Kata D'masiv. Dan aku setuju itu... (Natalia Scholastika Christanto-Jakarta)
  2. Disyukuri kan lebih enak (Fery Wahyudi)
  3. Saya bersyukur karena dengan rhesus negatif saya bisa punya saudara se-Indonesia dan bisa berkarya dalam kelangkaan (Natalina Christanto-Aceh)
  4. Dengan protes juga gak bakal berubah kan? (Mira Deswita-Jambi)
  5. Sbrnya qt hrs bersyukur loh krn gol drh qt amat sgt jarang jd peluang qt membantu org yg mbutuhkan lbh bsr dbanding dgn yg RH + yg komunitasnya sangat banyak,,lagi pula ini bukan penyakit loh jd jgn salahkan Tuhan (Yelvi Santi Annisa-Tangerang)
  6. Hidup adalah anugrah, syukuri dan jalani sesuai kemampuan (Diana Dewi-Jakarta)

Meskipun jumlahnya sangat sedikit kita tidak perlu merasa takut, cemas, khawatir, atau bersedih. Bagi kita pemilik rhesus negatif yang diberikan anugerah kesehatan, jagalah baik-baik kesehatan kita dan jadilah pendonor aktif rhesus negatif bagi saudara kita yang membutuhkan.

(dr. Natalina)