article
Donor Darah dan Manfaatnya
Rabu 5 Desember 2012 - 19:33 WIB

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah.

Keuntungan Donor Darah

1. Ketika seseorang menyumbangkan darah, sumsum tulangnya dirangsang untuk menghasilkan sel darah merah baru. Ini akan membuat organ pembentuk darah kita untuk berfungsi lebih efektif dan sel-sel aktif.

2. Seorang dokter akan memeriksa calon donor yang mengajukan diri pada prosedur secara gratis. Dia akan juga tahu golongan darahnya dan tahu apakah dia menderita anemia atau tidak. Donor akan diberi tahu mengenai penyakit dilihat dalam darah sebagai hasil dari tes skrining.

3. Menjaga kesehatan jantung, saat kita rutin mendonorkan darah, maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan resiko penyakit jantung.

4. Membantu penurunan berat tubuh, menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira – kira 650. Eits … jangan salah bisa membuat pinggang kita ramping loh

5. Mendapatkan kesehatan psikologis, menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada sahabat kita yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis.

6. Mendeteksi penyakit serius, tiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa terlebih dahulu sehingga kita bisa mengetahui apakah kita memiliki penyakit serius atau tidak seperti HIV, hepatitis, siphilis, malaria. Bagi yang menerima darah, ini adalah informasi penting agar tidak tertular penyakit serius tersebut. Sedangkan untuk si pendonor, ini adalah RAMBU PERINGATAN agar kita lebih mencintai tubuh kita sendiri

 

Persyaratan Umum dan Fisik Pendonor Darah

1. Usia 18-60 tahun

2. Berat minimal 45 kg

3. Suhu oral tidak boleh melebihi 37,5 ᶛC

4. Nadi antara 48 - 100 per menit

5. Tekanan darah – di bawah kebijaksanaan petugas medis

6. Hemoglobin tidak boleh kurang dari 12,5 gr%

7. Tidur malam sebelum donor darah harus cukup minimal 5 jam.

8. Sudah sarapan / makan.

9. Persyaratan Medis :

   * Calon donor darah dengan penyakit-penyakit berikut ini tidak boleh donor: 

     - Penyakit paru aktif

     - Serangan demam rematik

     - Penyakit kardiovaskular

     - Penyakit ginjal

     - Reaksi alergi yang sedang kambuh

     - Kanker

     - Filiariasis (penyakit kaki gajah)

     - HIV/AIDS 

     - Diabetes bawah oral hipoglikemik insulin dan obat-obatan

     - Asma dalam waktu dua bulan terakhir serangan

     - Sawan, epilepsi atau penyakit mental lainnya

     - Eksim, dermatitis kronis atau rutin dan kambuh

     - Ulkus/tukak lambung akut dalam dua tahun terakhir

     - Penyakit kulit kronis

     - Sifilis & penyakit menular seksual lainnya

     - Hepatitis B, Ikterus (sakit kuning)

     - Malaria – orang yang telah malaria tiga tahun lalu, tetapi tanpa kekambuhan bisa mendonorkan darah

   * Wanita hamil sampai dengan12 bulan setelah melahirkan, selama haid, menyusui sampai dengan 3 bulan setelah berhenti menyusui

   * Penerima transfusi darah atau plasma yang telah menerima transfusi darah dalam enam bulan terakhir tidak dapat memberikan darah

   * Orang yang memiliki penyakit serius dalam tiga bulan terakhir

   * Pekerjaan yang berbahaya – orang yang mengoperasikan alat berat seperti mesin berat, derek, bus, kereta api atau terlibat dalam pekerjaan yang sama, berbahaya bagi diri mereka sendiri dapat memberikan darah, tetapi seharusnya tidak melanjutkan pekerjaan mereka selama paling sedikit lima jam setelah donasi  Obat-obatan & Alkohol – di bawah kebijaksanaan petugas medis

   * Jarak penyumbangan darah : 2,5 - 3 bulan ( maksimal 5 kali /tahun )

   * Dapat donor : 12 bulan setelah mendapat vaksinasi Rabies dan Hepatitis B, 4 minggu setelah imunisasi Rubella, 2 minggu setelah Immmunisasi polio, Varisella, MUMPS, Yellow fever.

   * Dapat donor : 3 hari setelah minum obat mengandung aspirin, 12 bulan setelah pengobatan siphylis, GO

   * Dapat donor 3 hari setelah pencabutan gigi, 6 bulan setelah operasi kecil, 12 bulan setelah operasi besar.

   * Dapat donor 12 bulan setelah di tatto, ditindik, di tusuk jarum.  Kulit lengan donor didaerah tempat penyadapan harus sehat tanpa kelainan

 

Selama melakukan donor :

1. Kenakan pakaian dengan lengan yang dapat dinaikkan ke atas siku.
2. Biarkan petugas donor darah lengan mana yang disukai untuk diambil darahnya dan tunjukkan setiap pembuluh darah yang telah digunakan untuk mengambil darah dengan baik.
3. Tenang, dengarkan musik, berbicara dengan donor lain atau membaca selama proses donor
4. Luangkan waktu untuk menikmati makanan ringan dan minuman di area minuman segera setelah donor selesai

 

Setelah melakukan donor :

1. Minum banyak cairan selama 24-48 jam berikutnya untuk mengisi setiap cairan yang terambil.
2. Hindari aktivitas fisik berat atau angkat berat selama sekitar lima jam setelah donasi.
3. Jika kepala terasa ringan, berbaringlah dengan kaki ditinggikan sampai perasaan itu hilang.
4. Jika pendarahan terjadi setelah perban dilepas, tekan titik bekas jarum dan angkatlah tangan selama 3-5 menit. Jika perdarahan atau memar terjadi di bawah kulit, lakukan kompres dingin ke daerah tersebut secara berkala selama 24 jam pertama.
5. Nikmati perasaan baik yang muncul karena mengetahui bahwa Anda mungkin telah menyelamatkan tiga nyawa.

 

Pengelolaan Darah

Pengelolaan darah adalah tahapan kegiatan untuk mendapatkan darah sampai dengan kondisi siap pakai, yang mencakup antara lain :
   - Rekruitmen donor
   - Pengambilan darah donor
   - Pemeriksaan uji saring
   - Pemisahan darah menjadi komponen darah
   - Pemeriksaan golongan darah
   - Pemeriksaan kococokan darah donor dengan pasien
   - Penyimpanan darah di suhu tertentu
   - Dan lain-lain

Untuk melaksanakan tugas tersebut dibutuhkan sarana penunjang teknis dan personil antara lain:
   - Kantong darah
   - Peralatan untuk mengambil darah
   - Reagensia untuk memeriksa uji saring, pemeriksaan golongan darah, kecocokan darah donor dan pasien
   - Alat-alat untuk menyimpan dan alat pemisah darah menjadi komponen darah
   - Peralatan untuk pemeriksaan proses tersebut
   - Pasokan daya listrik untuk proses tersebut
   - Personil PMI yang melaksanakan tugas tersebut

Peranan ketersediaan prasarana di atas sangat menentukan berjalannya proses pengolahan darah. Untuk itu pengadaan dana menjadi penting dalam rangka menjamin ketersediaan prasarana tersebut, PMI menetapkan perlunya biaya pengolahan darah (service cost).

(dr. Natalina)

Komentar

nat_drJumat 17 Mei 2013, 17:19
Hardy : ada batasan tensi untuk donor, penderita hipertensi tidak diperkenankan donor kecuali hipertensi terkontrol dgn batas maksimum 140/100 tetapi itupun dengan pengawasan ketat petugas. Erin : tidak boleh tidak diberi tahu kepada si pendonor, jika memang ditemukan sesuatu dalam darah pendonor maka PMI akan melakukan pengecekan ulang yg lebih akurat dan melakukan konseling kepada si pendonor. Petugas yang menjawab asal tuh Mbak....
ErinMinggu 7 April 2013, 00:34
Di keuntungan donor darah no.6 "mendeteksi penyakit serius..." Wkt saya donor, saya bertanya ke petugas pmi, dan katanya, pendonor tdk akan diberitahu hasil tes darahnya sendiri...Jd, bila ada pendonor menderita HIV/Hepa, pendonor tdk akan di kontek oleh PMI, krn hasil tes darah pendonor "dirahasiakan" ---- so, kyknya yg ini ga usah dimasukin kalau kebijakan PMI merahasiakan hasil tes darah pendonor...
dhekna euyyMinggu 3 Maret 2013, 05:02
pengen juga sih donor darah
HardySabtu 12 Januari 2013, 11:05
donor darah bermanfaat ngak kalau untuk penderita hipertensi?
nat_drSenin 17 Desember 2012, 18:09
Ada banyak cara untuk membantu sesama Ipah, ga mesti dengan donor. Bantu kami sosialisasikan Rh- agar lebih banyak yang sadar rhesus itu jauh lebih bermanfaat Ipah

Tulis Komentar

article
event
Pencarian Berita
login member
live chat